daniel-frank-201417
logo3-g_1474282639211

For more information, please contact us:

uptowngirl1053@gmail.com

logo3-g_1474282639211
The Web of Theory

Teori Konspirasi Terjadinya Krisis Moneter Asia Di Tahun 1998

TeoriKonspirasiTerjadinyaKrisisMoneterAsiaDiTahun1998

Seperti yang kita ketahui banyak negara di Asia yang mengalami krisis moneter pada tahun 1998. Hal ini karena kebijakan bank utama Amerika Serikat (AS) yang menaikkan suku bunga sebesar 0,25 basis point secara 2 kali dalam setahun berturut. Hal inilah yang memicu terjadinya krisis moneter yang menimpa sebagian besar negara di Asia. Namun setelah beberapa dekade, keluar beberapa teori konspirasi terkait krisis di tahun 1998 yang banyak merubah hidup penduduk di benua Asia.

 

Dimulai dengan teori bahwa hal ini direncanakan oleh AS untuk meruntuhkan beberapa pemimpin diktator di Asia. Seperti Presiden HM Soeharto di Indonesia dan lain sebagainya. Beberapa teori juga menyebut bahwa ini adalah perbuatan para spekulan di pasar saham dan keuangan. Spekulan tersebut adalah pemain pasar modal terbesar di dunia yaitu seorang George Soros. George sendiri masih memiliki garis keturunan Yahudi, sehingga membawa dampak sentimen anti-semitisme.

 

Pada artikel kali ini kita hanya akan membahas tentang teori George Soros mengguncang pasar keuangan Asia. Untuk teori selanjutnya akan kita bahas pada artikel lainnya. Berikut tentang teori yang berkembang seputaran krisis moneter di Asia tahun 1998 ini. Sekedar info ini hanya teori dan tidak pernah terbukti kebenaran dan kepastian akan isinya. Walau semua hal "sepertinya" mengarahkan ke arah benar.

Teori Krisis Moneter Karena Spekulan Pasar Modal George Soros

George Soros adalah pelaku bisnis keuangan dan ekonomi, penanam modal saham dan aktivis politik berwarna negara AS. Begitu besarnya pengaruh George Soros dalam pasar modal dunia pada waktu itu. Sehingga dia dijuluki "Paman Gober" di dunia investasi makro tersebut. Perusahaannya tersebar diseluruh dunia seperti di Aceh dan Sorong (Indonesia) dan sebagian besar negara Asia lainnya. 

 

Guncangan pertama yang terkenal dilakukan olehnya adalah terhadap Bank Inggris. Peristiwa itu dikenal juga dengan nama "Hari Rabu Hitam" pada tahun 1992. Pada tahun 1998, dia menyebarkan info ambigu di dunia keuangan yang tentu saja dipercaya begitu saja oleh para pelaku di dunia keuangan berkat nama besarnya. Kepanikan terjadi karena info tersebut, yang sebenarnya tidak terlalu menyalahi etika juga. Namun lebih kepada pertaruhan keberuntungan seperti permainan togel singapore yang akan keluar hari ini. Semua tidak lah pasti tapi karena kehebohan info tersebut maka terjadilah krisis.

 

Info tersebut adalah bahwa setelah AS menaikkan suku bunga kedua kali maka dollar akan langka di pasaran dunia. Karena saat itu semua perusahaan skala internasional memakai dollar untuk transaksinya. Hal ini adalah bisa dipercaya karena berdasar ilmu ekonomi akan permintaan dan penawaran. Karena tujuan Bank Federal (Bank Utama AS) menaikkan suku bunga adalah mendorong masyarakatnya untuk menyimpan uang mereka kembali ke bank. Sehingga dollar yang beredar di pasaran menjadi langka.

Kepanikan Krisi Moneter Asia Tahun 1998

Karena info tersebut seluruh negara Asia terutama Indonesia, Thailand, Malaysia, Korea Selatan terdampak paling besar kepanikan dalam dunia keuangan. Akibatnya seluruh perusahaan besar dan orang kaya di negara tersebut mengganti stok uang mereka ke dalam bentuk dollar dan melepas mata uang mereka masing-masing. Inilah yang menyebabkan dollar melambung dari tahun sebelumnya cuma berkisar di angka sekitar 2ribuan rupiah / dollar menjadi sampai puncak tertinggi 16rban / dollar.

Pihak Yang Mendapat Keuntungan Dari Krisis ini.

Pihak yang mendapat keuntungan tentunya negara AS yang membuat nilai dollar sangat tinggi bila ditukar ke mata uang lain. Hal ini lah yang kemudian memunculkan teori konspirasi krisis moneter rancangan pemerintah AS. Selain itu perusahaan AS yang bertransaksi secara internasional dengan menanamkan saham yang mengais keuntungan karena investasi mereka menjadi sangat murah di negara yang terdampak paling berat krisis tersebut. Tidak lupa para spekulan pemain modal saham dan pasar keuangan yang sangat merasakan keuntungannya seperti bermain judi live dingdong online.

Ketergantungan Dunia Terhadap Mata Uang Dollar

Akibat terjadinya krisis moneter Asia pada tahun 1998 ini. Semua mata dunia melihat keperkasaan dollar sebagai mata uang utama dunia. Dan tentu saja ini sangat mengkhawatirkan. Mengingat AS sebagai negara super power dapat dengan mudah menghancurkan negara lain dengan sisi ekonominya. Oleh karena itulah kemudian banyak negara dunia yang bersatu dalam satu regional mengikrarkan diri mengurangi ketergantungan ekonomi memakai dollar.

 

Sebagai hasilnya terbentuklah mata uang Euro dengan pengguna negara yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi Eropa pada tahun 1999. Dan penggunaan secara resmi oleh publik pada tahun 2002 yang ditujukan mengurangi ketergantungan terhadap mata uang AS tersebut. Untuk selanjutnya banyak negara yang mengganti cara menyimpan aset mereka untuk sebisa mungkin mengurangi pemakaian dollar. Seperti Indonesia yang menggalakan gerakan "aku cinta rupiah".

Berinvestasi Pada Komoditi Bukan Pada Mata Uang

Sebagai pelajaran yang dapat kita ambil dari krisi moneter yang terjadi pada tahun 1998 tersebut. Kita dapat mengambil kesimpulan janganlah menyimpan atau menginvestasikan uang kita pada suatu mata uang. Sebaiknya investasikan pada komoditi seperti emas yang terbukti tidak pernah mengecewakan dalam hal pengembalian hasil investasi kita. Tentu kita tidak mau semua usaha kita dalam mencari peruntungan baik melalui usaha, bekerja maupun hal terekstrem seperti main di agen judi online, menang judi dan lain sebagainya hilang ataupun berkurang drastis nilainya hanya karena salah pilihan investasi.

 

Demikian sedikit tambahan untuk wawasan kita tentang keuangan negara. Semoga artikel ini dapat membuat anda terinspirasi dan membawa manfaat. Akhir kata "uang bukanlah segalanya", tapi ingatlah sebelum anda mengatakan kalimat tersebut. Pastikan anda telah memiliki uang yang sangat banyak sebelum mengucapkannya. Karena anda akan terlihat naif dan munafik bila anda mengucapkan pada saat anda belum memiliki sangat banyak uang.

Create a FREE Website